Berbicara mengenai lagu anak, pada saat sekarang sudah jarang kita dengar karya-karya terbaru yang coba dihasilkan untuk mengekspresikan kreatifitas anak-anak. Namun di era 90-an lagu anak sempat popular. Dari sekian banyaknya karya musik khususnya yang menampilkan anak-anak, ada juga karya apik yang tidak bisa kita lupakan karena memiliki nilai yang baik dan juga dapat menjadikan anak lebih mengetahui budaya setempat.
Ya, ini semua banyak kita temui pada lagu daerah. Lagu daerah ini juga ada yang dikemas untuk anak. Sebut saja lagu Lenggang Kangkung yang begitu populer untuk anak-anak dan juga dewasa. Lenggang Kangkung ini terasa ringan, mengingat kangkung merupakan masakanan favorit orang-orang Asia.
Indonesia yang terdiri dari banyak daerah turut serta memberikan sumbangan yang sangat besar pula pada kesenian tanah air. Salah satu daerah yang cukup besar memberikan kontribusi terhadap kesenian tanah air khususnya di bidang seni suara adalah Sumatera. Sumatera Indonesia ini memiliki cukup banyak provinsi yang semakin menambah warna untuk kesenian Negara kita. Bagian Sumatera Indonesia ini juga memiliki akses yang luas ke negara tetangga sehingga perkembangan seninya bisa dikatakan cukup maju.
Untuk lebih mengenal seni di daerah Sumatera Indonesia ini, berikut lagu-lagu anak yang berhasil menambah keragaman kesenian tanah air dari daerah Sumatera.
- Kampuang Nan Jauah di Mato. Lagu ini menceritakan mengenai kampung yang jauh di mata tepatnya di daerah Sumatera Barat. Dimana daerah ini memiliki banyak gunung. Lagu ini juga menceritakan mengenai kerinduan akan teman-teman lama ketika bersuling dan bermain.
- Injit-Injit Semut. Lagu ini berasal dari Jambi. Injit-Injit Semut banyak dijadikan sebagai lagu dalam mengiringi permainan anak.
- Mariam Tomong. Lagu ini berasal dari Sumatera Utara. Dimana salah satu lirik lagu ini sangat terkenal dan sering kita dengar. “O Mariam Tomong dainang si napang masin”.
- Selendang Mayang. Lagu ini berasal dari daerah Jambi. Lirik unik yang terdapat pada lagu ini “ Taruknya kaca tangkainya embun, dipandang ada diambil tak boleh”.



February 22nd, 2011
Rido Faldana
Posted in
Tags: 

