Pulau Sulawesi adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Budaya masyarakat Pulau Sulawesi sangat beragam. Ada beberapa suku bangsa yang mendiami Pulau Sulawesi diantaranya Bugis, Manado, Gorontalo, Jawa, dan Cina. Penduduk asli Pulau Sulawesi adalah Bugis, Manado, dan Gorontalo. Sedangkan Jawa dan Cina adalah pendatang.
Sangat banyak lagu daerah dari pulau Sulawesi yang dikenal sebagai lagu anak karena nasehat yang terkandung di dalamnya dan irama yang disukai oleh anak-anak. Berikut lagu anak yang berasal dari pulau Sulawesi:
- Lagu Oi Na Keke. Lagu Oi Na Keke berasal dari Minahasa, provinsi Sulawesi Utara. Lagu ini merupakan lagu yang berisi percakapan antara Ibu dengan seorang gadis. Lagu ini isinya tentang gurauan seorang Ibu yang ingin membeli rumah gadis yang bertanya padanya.
- Lagu Angin Mamiri. Lagu Angin Mamiri bercerita tentang sejuknya angin di pedesaan. Lagu daerah yang berasal dari provinsi Sulawesi Selatan ini menggunakan bahasa Bugis. Lagu anak ini menjadi terkenal setelah dinyanyikan oleh sebuah band asal Indonesia.
- Lagu Poco-Poco. Lagu daerah ini berasal dari provinsi Sulawesi Utara. Lagu ini adalah lagu yang digunakan untuk mengajak orang lain menari. Iramanya yang beat merangsang setiap orang untuk ikut menari bersama. Lagu Poco-Poco menjadi sangat terkenal setelah dijadikan sebagai musik pengiring senam anak sekolah.
- Lagu Sipatokaan. Lagu Sipatokaan berasal dari provinsi Sulawesi Utara. Lagu yang menggunakan bahasa Minahasa ini bercerita tentang rasa sayang terhadap anak. Lagu ini memiliki lirik yang hanya satu bait saja. Lagu anak ini sering dijadikan oleh para orang tua sebagai pengantar tidur bagi anak-anak mereka. Saat ini lagu Sipatokaan tidak hanya dikenal di Sulawesi Utara saja, melainkan sudah dikenal oleh seluruh orang Indonesia.
- Lagu Pakarena. Lagu Pakarena menggunakan bahasa Bugis. Lagu ini berasal dari provinsi Sulawesi Selatan. Lagu yang berasal dari provinsi yang beribukotakan Makassar ini bercerita tentang bagaimana kita harus menjaga kelestarian adat. Adat adalah warisna dari para leluhur, oleh sebab itu jagalah adat kita agar jangan sampai luntur oleh budaya luar.



February 25th, 2011
Nurhaida
Posted in
Tags: 


Barang hasil produksi, merupakan hasil produksi yang dilakukan oleh pabrik atau
perusahaan. Hasil produksi dapat berupa barang setengah jadi fan berupa barang jadi. Barang
setengah jadi, seperti tepung, beras tepung gandum, kayu lapis, kain, dan sebagainya.
Barang jadi, seperti pakaian, roti, mobil, sepeda, sepatu,dan sebagainya. Dengan demikian,
dapat dikatakan bahwa perusahaaan adalah tempat berlangsungnya proses produksi untuk
mengubah bahan baku dan bahan tambahan menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi.
Dalam menghasilkan barang dibutuhkan biaya-biaya, seperti bahan baku, bahan pembantu,
upah tenaga kerja, peralatan pabrik, mesin, bangunan pabrik, bangunan kantor, peralatan
administrasi, dan sebagainya. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk
menghasilkan barang disebut biaya produksi.
Selain menghasilkan barang utama, dalam kegiatannya perusahaan sering memperoleh
pendapatan tambahan berupa produk tambahan. Misalnya: pabrik tahu selain menghasilkan
Tahu, juga menghasilkan pendapatan dari ampas tahu yang laku dijual. Pabrik gula selain
menghasilkan gula, juga menghasilkan tambahan dari tetes dam ampas tebu, serta alkohol.
Keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan setelah dikurangi penjalanan produk
tambahan, merupakan harga pokok dari barang hasil produksi. dengan demikian, harga pokok
produksi adalah jumlah